Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PW KAMMI SUMUT Kecam Agenda Terselubung di Objek Vital Kantor Gubernur oleh KAKAMMI, Apresiasi Langkah Cepat Mediasi Pemprov Sumut

Minggu, 19 April 2026 | April 19, 2026 WIB Last Updated 2026-04-19T18:44:44Z


MEDAN –
Ketua Umum Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Sumatera Utara, Irham Sadani Rambe, angkat bicara memberikan klarifikasi tegas terkait kericuhan yang terjadi di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara baru-baru ini. senin (20/4/2026).

Irham menegaskan bahwa insiden tersebut dipicu oleh adanya upaya sistematis untuk mempolitisasi institusi KAMMI melalui agenda tambahan yang tidak sah dalam acara internal alumni.


Irham menjelaskan bahwa izin awal penggunaan tempat tersebut adalah untuk kegiatan internal Keluarga Alumni (KAKAMMI) Sumatera Utara. Namun, dalam pelaksanaannya, ditemukan adanya agenda terselubung yang disisipkan secara sepihak dengan mengatasnamakan PW KAMMI Sumatera Utara.


"Kami menyayangkan adanya oknum yang mencoba memasukkan agenda di luar kesepakatan organisasi. Tindakan ini merupakan pelanggaran berat yang mencoreng independensi dan mengganggu ketertiban organisasi KAMMI di wilayah Sumatera Utara," ujar Irham dalam keterangan tertulisnya.


Irham menekankan bahwa lokasi acara, Aula Raja Inal Siregar, merupakan bagian dari kompleks Kantor Gubernur Sumut yang merupakan objek vital negara. Oleh karena itu, segala bentuk kegaduhan akibat agenda yang tidak sesuai prosedur sangat tidak dibenarkan karena mengganggu stabilitas di lingkungan pemerintahan.


Terkait penanganan situasi di lapangan, Irham memberikan apresiasi kepada pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut). "Pihak Pemprov telah menjalin komunikasi yang sangat baik dan bertindak profesional sebagai mediator dalam kejadian ini guna mencegah konflik yang lebih luas," tambahnya.


PW KAMMI Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Irham Sadani Rambe menegaskan akan tetap menjaga khitah perjuangan organisasi dan tidak akan membiarkan simbol-simbol organisasi digunakan oleh pihak mana pun untuk kepentingan yang tidak sejalan dengan AD/ART dan mekanisme organisasi yang berlaku.

"Kami mengimbau kepada seluruh kader dan alumni untuk tetap tenang dan menjaga kondusivitas, serta tidak mudah terprovokasi oleh gerakan-gerakan yang memecah belah soliditas KAMMI di Sumatera Utara," tutupnya.(Red/R).

×
Berita Terbaru Update