Mediakitakini.online|-LABUHANBATU– Amarah mahasiswa pecah. Ketua Umum HMI Cabang Labuhanbatu Raya, Baginda Sagala menyatakan dukungan penuh pada langkah Kejaksaan Agung menetapkan tersangka mantan Kepala BGN dan pejabat lainnya dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (3/5/2026).
Tapi Baginda menegaskan: itu baru permulaan. Jangan berhenti di situ.
“Penetapan tersangka harus jadi pintu masuk Kejagung membongkar seluruh praktik penyimpangan. Jangan cuma beberapa nama. Ungkap semua aktor, termasuk yang menikmati aliran dana haramnya!” tegas Baginda.
Dua Modus Busuk Disorot: Pengadaan & Jual Beli Titik Dapur Berdasarkan temuan penyidik, Baginda menyorot 2 titik rawan:
1. Dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan BGN
2. Dugaan korupsi jual beli titik SPPG atau pembangunan wilayah dapur MBG
“Kalau benar dapur MBG diperjualbelikan, itu biadab. Program untuk penuhi gizi generasi muda kok dijadikan proyek bancakan. Ini pengkhianatan!” sentaknya.
Sebagai organisasi pengawal kebijakan publik, HMI Labuhanbatu Raya nilai kasus ini harus jadi tamparan keras bagi semua pemangku kepentingan.
Desak Audit Terbuka: Dari Anggaran Sampai Kualitas Makanan Baginda menuntut aparat hukum, inspektorat turun langsung audit seluruh SPPG di Labuhanbatu Raya. Auditnya harus terbuka, bukan main belakang.
“Kami minta audit total: anggaran MBG, mekanisme pengadaan, distribusi makanan, sampai kualitas gizi yang sampai ke anak. Jangan ada yang ditutup-tutupi!” desaknya.
"Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu"
HMI Cabang Labuhanbatu Raya mengingatkan: MBG program strategis nasional pakai uang rakyat. Setiap penyimpangan adalah luka bagi kepercayaan publik.
“Kami tegaskan, MBG untuk meningkatkan gizi masyarakat. Tidak boleh dicederai korupsi. Jika ada penyimpangan, usut tuntas tanpa pandang bulu!” ucap Baginda.
HMI juga berkomitmen terus kawal program pemerintah beranggaran negara agar jalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, keberpihakan ke rakyat.
Baginda berharap pemerintah pusat, daerah, dan penegak hukum segera ambil langkah konkret. Jangan sampai MBG gagal karena dikorupsi dari “dapur” sampai pusat.(Red/R).
















