-->

Notification

×

LP2M UINSU Soroti Inklusivitas dan Moderasi Beragama bagi Mahasiswa Minoritas di Perguruan Tinggi Keagamaan

Jumat, 05 Juni 2026 | Juni 05, 2026 WIB Last Updated 2026-06-05T12:28:14Z

Mediakitakini.online|-MEDAN – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali menggelar forum akademik BICARA 10 (Dialog Intelektual, Solusi Aktual) pada Kamis, (4/5/2026)), Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus UINSU ini mengangkat tema “Inklusivitas dan Moderasi Beragama terhadap Mahasiswa Minoritas di Perguruan Tinggi Keagamaan: Pendidikan Setara untuk Semua (Kampus Nyaman dan Sehat)”.

Forum ini menjadi wadah diskusi ilmiah yang mempertemukan akademisi dan praktisi pendidikan untuk membahas pentingnya membangun lingkungan kampus yang inklusif, moderat, aman, nyaman, serta menjunjung tinggi prinsip kesetaraan bagi seluruh mahasiswa tanpa memandang latar belakang agama, budaya, maupun identitas sosial lainnya.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Nisful Khoiri, M.Ag menegaskan bahwa perguruan tinggi keagamaan memiliki tanggung jawab strategis dalam menciptakan ruang akademik yang adil dan terbuka bagi semua pihak. Menurutnya, kampus harus mampu menjadi tempat tumbuh yang menjamin kesetaraan serta memberikan rasa aman bagi seluruh sivitas akademika.

Sebagai narasumber, Prof. Dr. Hasrat Efendi Samosir, M.A. menekankan pentingnya menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama ke dalam budaya akademik kampus. Ia menyampaikan bahwa moderasi beragama harus diwujudkan dalam interaksi sosial, kebijakan, dan praktik kehidupan kampus sehari-hari guna menciptakan harmoni dan memperkuat persatuan dalam keberagaman.

Sementara itu, Dr. Muhammad Jailani, M.A. menyoroti pentingnya desain pendidikan yang mampu menjamin akses dan pengalaman belajar yang setara bagi seluruh mahasiswa. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi harus memastikan tidak ada diskriminasi dalam proses pendidikan sehingga setiap mahasiswa memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang.

Pandangan akademik juga disampaikan oleh Maslathif Dwi Purnomo, Ph.D yang menekankan pentingnya penguatan riset dan kolaborasi lintas disiplin dalam mengkaji isu inklusivitas dan moderasi beragama. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembelajaran, tetapi juga sebagai ruang produksi pengetahuan yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial.

Diskusi yang dipandu oleh moderator Yummy Jumiati Marsa, M.Pd berlangsung dinamis dan konstruktif. Berbagai gagasan dan perspektif yang muncul semakin memperkaya pemahaman peserta mengenai pentingnya menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan.

Melalui penyelenggaraan BICARA #10, LP2M UINSU kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan riset, dialog akademik, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai upaya mendorong terwujudnya kampus yang inklusif, moderat, sehat, dan berdaya saing global.(Red/R).
×
Berita Terbaru Update